GARUT I Majalah Prajurit Indoensia. Dengan Kesuksesan Konkurs Kolaborasi Spektakuler Liga Baringga Garut, pada Minggu (13/9), selain faktor kekompakkan panitia gabungan P3SI Pengda Bandung dengan Pengda Garut, ada  sosok yang punya peran penting yaitu H. Abdullatief. Kungmania asli Madura yang berdomisili di Garut ini menjadi fasilitator antara Pengda Bandung selaku panitia Liga Baringga dengan Pengda Garut selaku pemilik lapang.

Berkat usulan H. Abdullatief, penutupan Liga Baringga akhirnya berhasil direkomendasikan untuk digelar di Kota Intan, Garut.  Beliau juga yang berupaya menyukseskan Konkurs ini dengan melibatkan semua element di lingkungan lapang.

Mulai masyarakat setempat, karang taruna, hingga keamanaan di wilayah tersebut, mempunyai hubungan baik dengan aparat dan masyarakat setempat, sehingga semua perizinan terkait kegiatan lomba berhasil dikantongi.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini tidaklah mudah untuk bisa memperoleh izin menggelar acara yang melibatkan massa. Namun, kesuksessannya menggelar event Garut New Normal (19/7) lalu, menjadi salah satu jaminan.

“Alhamdulillah, ini juga kerjasama tim antara pengda Bandung dan Garut, semua berjalan lancer karena satu sama lain saling melengkapi hingga lomba berlangsung sukses,” ujar H. Abdullatief merendah.

Saking pandai melobi dalam setiap acara maka setiap gelaran konkurs di Jawa Barat, beliau selalu dilibatkan sebagai panitia. Selain kepiawaiannya dalam menggalang dukungan dari Kungmania Jabar wilayah Priangan Timur, khususnya Garut, ia juga aktif dalam pelaksanaan di lapang pada hari-H.

Sebagai peternak, ia juga aktif meramaikan dunia perkutut dengan mengusung bendera Trisula BF. Selain eksis di kandang mencetak burung lomba dari kebun sendiri, ia juga ekses di lomba dengan menelorkan burung juara, baik hasil produk sendiri maupun hasil perburuannya dari peternak lain.

Abdullatief juga aktif menggalakan latihan setiap Kamis pagi di lapangan yang bertempat di jalan Babakan Loa Garut, bersama dengan pengurus P3SI Pengda Garut. Ia juga aktif membina dan menyemangati para pemula untuk bisa survive dan eksis di dunia menjadi hobi juga bisnis perkutut.

“Setiap Kamis pagi hingga siang, kita selalu kumpul di lapang. Selain melatih burung siap lomba, sambil menjaga silaturahmi sesama Kungmania juga berdiskusi perkembangan terkini seputar dunia perkutut,” bebernya. (Redaksi)

Rate this article!
,0 / 5 ( 0votes )
author

Author: