BP2DIM TETAP MENERIMA MASUKAN DARI MASYARAKAT DENGAN TANGAN TERBUKA UNTUK TERBENTUKNYA DIM

 

Bekasi | Media Prajurit Indonesia – Bekasi , (14/4) Dr.Manoefris Kasim,SpJp,SpKN sebagai Ketua penyusunan Naskah Akademik BP2DIM mengatakan, tentang pro dan kontra terkait dalam ruang akademis dan publik wacana penggantian nama Sumatera Barat menjadi Daerah Istimewa Minangkabau (DIM) adalah hal yang sehat sepanjang kita mencari pemecahan suatu masalah artinya dalam koridor mencari solusi yg dilandasi kebenaran.

Dialog saya dengan beberapa teman berfikir yang masih belum bisa menerima ide Daerah Istimewa Minangkabau (DIM) 100% bahwa mereka juga mengakui bahwa ikek2 kabek nan ado di ranah kini ko alah lungga

Badan Persiapan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (BP2DIM) yang merupakan wakil sebahagian masyarakat minangkabau nan ikuik bermusyawarah pada tanggal 5-7 Februari 2016 yg lalu di Hotel balairung ,Jakarta yang dihadiri 75% wakil dari Ranah dan 25% dari rantau. Tujuan Bp2dim dibentuk dan dilahirkan adalah untuk menyampaikan bahwa perlunya bentuk pemerintahan daerah yg istimewa/khusus untuk mengembalikan kejayaan minangkabau dari perspektif sosial budaya, adat, agama, SDM ketokohan, dan ekonomi.

Oleh karena dengan otonomi daerah yang ada kini undang-undang positif yang ada sekarang tidak mampu memberi ruang gerak kearifan lokal untuk eksis. Tuntutan kaum adat antara lain peran ninik mamak, peran nagari, status tanah ulayat yang terdegradasi walaupun sudah ada Perda-Perda masih belum bisa terlaksana.

Sebagai contoh RUU Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat yang sejak pemerintahan SBY sampai kini di pemerintahan Jokowi tak kunjung disahkan, walau sudah masuk daftar prolegnas.

Praktek yang kita lihat sekarang masyarakat adat ini ruang geraknya semakin terjepit dengan program-program pemerintah pusat akan kebutuhan tanah beserta kandungan dibawahnya dengan dalih investasi dan masuknya investor baik Dalam Negeri maupun Luar Negeri dengan padat modalnya yang pada gilirannya masyarakat adat semakin terpinggirkan. Itu fakta dan data yg disampaikan oleh Divo mahasiswa FISIP- UI dalam tulisannya sebagai hasil risetnya Maret 2021 ini.

BP2DIM dengan gagasannya sejak 2014 dan terstruktur sejak musyawarah masyarakat minangkabau tgl.5 – 7 Februari 2016 bertekad untuk merancang dan menyelesaikan NA dan RUU DIM ini untuk diserahkan kepada Pemda Gubernur dan DPRD Sumatera Barat dimana sejak 2015 yang lalu gubernur Iwan Prayitno telah mendukung terbentuknya DIM ini dan menjanjikan akan membawa usulan tersebut ke pusat.

Sayang sekali adanya pandemi dan berakhirnya masa kepemimpinan beliau sehingga belum terlaksana sampai kini,dengan sudah banyaknya Proses yang dilalui oleh BP2dim ,sangat disayangkan bahwa masih ada sebagian masyarakat yang mengakatakan Ide DIM ini masih prematur.

Sementara BP2DIM masih terus menyempurnakan Naskah Kafemik (NA) dan RUU DIM dan tetap menerima masukan-masukan dari masyarakat secara individu atau kelembagaan.

Yang sangat disayangkan ketika Tesis DIM ini bergulir luas yang dipicu oleh lahirnya SKB3 Menteri tersebut, muncul pula ANTI TESIS dari individu atau akademisi hanya dicetuskan tanpa solusi yang hanya untuk berkata tidak tanpa TESIS yang jelas.

Oleh karena itu kami Bp2dim mengajak seluruh komponen masyarakat Minangkabau baik di ranah maupun di rantau tuak mambuek SINTESIS marilah kita duduk bersama bamusyawarah untuk mencapai kata Mufakat demi kemaslahatan anak cucu kita kedepan sebagai generasi penerus, terlebih disuasana bulan suci Ramadhan ini untuk manjadikan kita orang-orang yang bartakwa…Aamiin Yaa Robbal ‘Aalaamiin.. ” tutupnya.

 

Reporter : Anton Pratama

 

 

 

 

 

author

Author: