Ekonomi Nelayan Langkat Saat Covid 19 Naik Turun Disebabkan Ombak Diperairan Selat Malaka

LANGKAT  I Majalah Prajurit Indonesia.  Pangkalan Brandan. Jum’at  (04/09/2020) ekonomi nelayan Langkat saat Covid 19 terbilang naik turun disebabkan ombak diperairan Selat Malaka. Perjuangan nelayan Langkat untuk mencari tangkapan antara badai dan harapan untuk mencari ikan.

Hairul Simbolon, salah satu Tekong perahu motor GT 6 mengatakan, perjuangan nelayan saat ini  bermodalkan keberanian menuju Selat Malaka Bang, karena menuju tempat kami mencari ikan sekitar 6 jam dengan kecepatan 7 mil /jam  baru sampai ke lokasi perburuan “ungkap Hairul.

Muliadi.(39) Toke pengumpul ikan Pangkalan Brandan Mengatakan,hasil  tangkapan nelayan jenis ikan dencis, ikan tongkol, ikan gembung, untuk dipasarkan ke kota medan, binjai, stabat, bahkan ke provinsi aceh dengan harga jual 25 ribu rupiah/kg  cetus Muliadi pada awak majalah Prajurit indonesia pukul 23.58 Wib.

Masyarakat Langkat sebagian besar mata pencaharian sebagai nelayan maka ketergantungan dari hasil laut, perkebunan, pertanian dan minyak bumi.

Langkat merupakan daerah perbatasan dengan provinsi aceh atau pintu masuk kabupaten aceh tamiang menuju Langsa. Langkat termasuk salah satu budaya melayu aru, yang dihuni beragam suku yang dari mulai suku Melayu, Jawa, Karo, Batak, Minang, Aceh, Mandailing, Kalimantan, Nias, Sulawesi, bekerjasama membangun Langkat. (Muslim)

author

Author: