Raja Hutan Kembali Mangsa 2 Ekor Sapi Milik Warga Bahorok

 

Langkat I Media Prajurit Indonesia – Warga Kecamatan Bahorok kembali kejutkan karena ada ternak mereka yang di mangsa oleh harimau.

Kejadian sudah terjadi, saat ini beberapa pemilik ternak sudah berjalan ternak ke tempat yang aman

Berbagai cara sudah dilakukan masyarakat dalam Dengan pihak Dinas Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Wilayah V Bukit Lawang, untuk mengatasi permasalahan Raja hutan tersebut.

Sehingga pihak dinas balai TNGL direpotkan oleh si raja hutan, mulai dari pemasangan CCTV dan jaring namun belum membuahkan hasil.

Ketua Dewan Pembina LSM KPK Langkat Sumatera Utara ketika dikomfirmasi melalui telepon selulernya menyebutkan penyebab harimau turun kedesa antara lain disebabkan alih fungsi hutan.

Khusus di kawasan Bahorok tersebut sudah mengalami kerusakan dan diduga sudah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit, merujuk pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meninjau langsung ke kawasan Hutan Bahorok tersebut, untuk kerusakan hutan didaerah kawasan TNGL tersebut “, katanya.

Saat ini masyarakat desa Tb Lawan Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat kembali mengalami kerugian akibat matinya 2 ekor sapi milik warga Dusun VII P.pisang Desa Tb Lawan yang terkam harimau Sabtu (16/01/2021).

Dan selanjutnya pihak instansi pemerintahan menghimbau kepada masyarakat dibeberapa dusun dari desa yang ada di Kecamatan Bahorok, yang berbatas langsung dengan hutan TNGL dimana diperkirakan harimau masih berkeliaran, karena masih melihat adanya sapi disekitar kebun Rambung dan kebun kelapa sawit warga yang berdampingan dengan kawasan hutan TNGL .

Maka dihimbau kepada pemilik ternak agar segera memindahkan ternaknya, maupun dikandangkan secara permanen untuk menghindari dari mangsa harimau sumatera yang masih berkeliaran.

Sementara itu Pihak Dinas Balai besar TNGL Wilayah V Bukit Lawang, BKSDA Sumut, Personil TNI / POLRI serta Mitra / LSM telah membuat perangkap harimau Sumatera di Dusun Selayang dan Desa Lau Damak Kecamatan Bahorok.

Namun hingga saat ini harimau Sumatera belum terperangkap di samping itu masih dilakukan upaya pengusiran dengan menggunakan suara letusan agar harimau Sumatera pemangsa ternak warga bergeser kembali kehutan.

 

 

(Muslim Yusuf)

author

Author: