Revilla Oulina, Perempuan Asal Pariaman Jadi Komandan Pasukan PBB 2020

JAKARTA I Majalah Prajurit Indoensia. Revilla Oulina, Perempuan Minang asal Pariaman yang Jadi Komandan Pasukan PBB di Afrika 20 Juli 2020  Letnan Kolonel (Sus) Revilla Oulina, M.Pd, M.Si yang asal Padang Pariaman ini begitu membanggakan kampung halamannya. Sebagai Prajurit Wanita TNI Angkatan Udara (Wara), ia menjadi bagian dari tim Unamid (United Nation African Union Mission) dan diangkat sebagai Chief U9 Unamid.

Revilla lahir di Kampun Dalam, KabupatenPadang, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Ia merupakan anak ke-8 dari sembilan bersaudara pasangan Mukhtar dan Hj. Nursina. Setelah menamatkan SD dan SMP di kampungnya, ia masuk ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG) 2 Padang. Pada 1990, ia mengambil kuliah di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)Universitas Bung Hatta(UBH). Ketika mulai duduk di bangku kuliah, minatnya untuk masuk menjadi TNI mulai muncul. Untuk memulai, ia bergabung dengan resimen mahasiswa(menwa) di kampusnya. Setelah lulus S-1, ia masuk Sekolah Prajurit Karier Tentara Nasional Indonesia pada 1996 dan tamat pada 1998.

Revilla tergabung dalam Satgas Yonkomposit TNI Kontingan Kargo(Konga) XXXV-C/UNAMID yang menjalankan misi pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama setahun sejak Juni 2017. Satgas tersebut terdiri dari 779 anggota TNI di bawah pimpinan Letkol Inf Syamsul Alam sebagai Dansatgas. Secara keseluruhan, hanya ada 16 personel perempuan TNI yang bertugas di UNAMI

Perlu dicatat, ia adalah perempuan pertama di dunia yang mendapat jabatan itu dari PBB. Laporan ini pernah dirilis patriot.id 2018 silam. Ci uniang Revila merupakan 1 dari 9 perempuan Indonesia yang kini bertugas di tempat yang sama. Lainnya, berasal dari Polisi.

Di kampnya di Al-Fashir, Revilla menjadi satu-satunya perempuan dari Indonesia. Selain itu, ia dingkat sebagai Chief U9, yakni kepala koordinasi sipil-militer UDAMID di tingkat pusat.

Di tengah masa tugasnya pada 27 Februari 2018, sang ibu, Hj. Nursina meninggal dunia sehingga ia sempat mengambil cuti sementara waktu.

Pada 12 Maret 2018, PBB memberikan penghargaan UN Peacekeeping Medal kepada Satgas Yonkomposit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-C/UNAMID. Peacekeeping PBB yaitu suatu tanda kehormatan United Nation Medal yang berhak dipasang pada seragam prajurit yang bersangkutan dan sebuah brevet kebanggaan kontingen negara kontribusi masing-masing dalam hal ini Indonesia dengan brevet Garuda, yang merupakan suatu pemberian penganugerahan dan penyematan medali kehormatan tertinggi

“Selama bertugas di Sudan semenjak Juni 2017 lalu,  tepatnya di Kota Elfasher banyak program yang sudah kami lakukan, di antaranya Renovasi Klinik, Renovasi Masjid, dan layanan sosial serta fisik lainnya,” tegas Revila yang pernah jadi Menwa (Resimen Mahasiswa) Maharuyung, asal FKIP Universitas Bung Hatta tahun 1990 ini. (Anton. P)

author

Author: