Wamenhan Tinjau Pembukaan Lahan Kebon Singkong Untuk Cadangan Pangan Strategis di Kalteng

Gunung Mas, Kalteng Ι Media Prajurit Indonesia – Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan peninjauan pembukaan lahan di Kalimantan Tengah yang akan dijadikan perkebunan tanaman singkong untuk mendukung program cadangan pangan strategis nasional.

Wamenhan yang didampingi Irjen Kemhan Letjen TNI Ida Bagus Purwalaksana, SIP, MM, Senin (23/11) secara langsung meninjau lahan yang terletak di wilayah Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Turut pula dalam peninjauan ini, Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE, M.Si., Kapolda Kalteng Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo, Danrem 102 / Panju Panjung Brigjen TNI Porwo Sudaryanto, serta perwakilan Pemprov Kalteng dan Pemkab Gunung Mas.

Hadir pula beberapa pejabat Kemhan antara lain Marsda TNI Yusuf Jauhari, S.Sos., M.Eng., Ses Baranahan Kemhan Brigjen TNI Marrahmat, S.IP., M.Tr (Han), Kapuskon Baranahan Kemhan Brigjen TNI Hari Soebagijo, Dirfasjas Ditjen Kuathan Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto, S.Sos.

Wamenhan mengatakan, program cadangan pangan merupakan bagian dari program strategis nasional, untuk itu semua pihak mendukung dan mendukung program nasional ini. “Saya berharap semua pihak yang mampu menjaga dan menyukseskan program, misi dan visi besar dari Presiden Joko Widodo membangun cadangan untuk kepentingan nasional”, tutur Wamenhan.

Disisi lain, program ini juga bertujuan untuk membangun atau menaikan kesejahteraan masyarakat dimana kebon singkong akan dibangun, karena dibangun bukan hanya kebonnya, tetapi juga turunannya sampai dengan industrinya.

“Saya berharap seluruh pembiayaan atau investasi yang digunakan untuk pembangunan ini pada ujungnya bermanfaat dan betul – betul ternanam dengan baik untuk pertumbuhan ekonomi masyakarat di kabupaten Gunung Mas”, jelas Wamenhan.

Untuk itu, Wamenhan juga meminta bantuan tim untuk melakukan perhitungan awal dimulai dari situasi sekarang seperti apa pertumbuhan ekonominya, kemudian selanjutnya dalam tiga atau empat tahun mendatang seperti apa keadaan ekonomi di Gunung Mas.

Pembangunan kebon singkong di kabupaten Gunung Mas ini akan menjadi model percontohan bagi pembangunan kebon – kebon singkong di kabupaten lainnya di seluruh Indonesia.

“Kita memulai dari wilayah ini untuk membangun Indonesia khususnya di sektor pangan. Program ini adalah misi dan visi program besar Presiden Joko Widodo yang dibebankan kepada Kemhan untuk membangun kesejahteraan melalui pangan, ”katanya.

Wamenhan lebih menjelaskan alasan kenapa dipilih singkong sebagai cadangan pangan, karena singkong relatif lebih mudah dalam pengembangan dan memiliki banyak sekali produk turunannya. “Jangan tanggapi pada tanaman ini, 25 tahun yang akan datang diharapkan menjadi suatu produk yang strategis”, jelasnya.

Singkong memiliki banyak kelebihan, selain itu dapat mengurangi ketergantungan Indonesia dalam impor gamdum, juga dapat digunakan untuk bahan baku farmasi, dimana saat ini Indonesia kurang lebih sekitar 96% bahan baku farmasi.

Sementara itu, Bupati Gunung Mas menyampaikan bahwa kunjungan Wamenhan ini menjadi suatu kebanggaan bagi seluruh masyakarat Gunung Mas. Diharapkan kedepan adanya kebon singkong ini akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Gunung Mas dan terwujud ketahanan pangan nasional.

“Harapan masyakarat disini adanya pola kerjasama kemitraan dengan memberikan pembinaan kepada masyarakat sehingga dapat menjadikan lahan kurang produktif menjadi produktif”

Sedangkan Kol. Dwi Haryono selaku Ketua Tim Lapangan Penyiapan Lahan Perkebunan Singkong menjelaskan, penyiapan perkebunan singkong di kabupaten Gunung Mas diawali dengan pengerjaan Pembersihan Lahan yang telah dimulai sejak tanggal 14 November 2020.Pekerjaan juga termasuk pembukaan jalan akses, pembukaan jalan utama dan pekerjaan galian drainase. Selain itu pembangunan barak dan kantor.

Dikatakannya, program Kemhan pengembangan perkebunan singkong untuk cadangan pangan startegis di kabupaten Gunung Mas mendapat dukungan dan tanggapan positif dari masyarakat sekitar. Masyakarat banyak dilibatkan baik sebagai tenaga pendukung atau penyediaan sarana dan bahan pendukung yang dibutuhkan. ( kemhan / Ari Yunanda)

author

Author: